Sabtu, 26 Februari 2011

“ Ibu…,Maafkan anakmu”


Mari hadirkan kembali wajah sang ibu dalam bayangan kita,dengan seizin allah genangan air mata akan membanjiri kelopak mata yang sudah sekian lama kita biarkan tak menyapanya. Kerutan di pipinya mengisyaratkan kelelahan yang sangat ,tenaga yang mulai habis dimakan waktu seolah tak lagi sanggup sekedar mengangkat tubuh apuhnya . di bola matanya ,Nampak jelas guratan besar kehidupan yang telah dilaluinya .semua itu,dilakukannya hanya untuk kita,yang dicintainya.
Cinta anak sepanjang gala ,cinta ibu sepanjang masa .pepatah yang bisa kita dengar untuk melukiskan betapa kita ,anak-anak ,tidak akan sanggup membayar cinta yang pernah diberikannya .Huwaish alqorni,sahabat rasulullah ,rasa ingin membalas cinta sang ibu membuatnya rela ingin menggendong ibunya pulang pergi ibadah haji.bahkan sahabat lain ,dilarang pergi perperang bersama rasulullah ,lantaran tidak ada yang mengurus ibunya yang sudah renta “rawat dan layani ibumu”.perintah raul kepada pemuda itu.
Ketika Nabi SAW ditanya tentang siapa yang paling patut dihormati dan di perlakukan sebaik-baik ,nabi menjawab:”ibumu”dan hal itu diulang tiga kali,ebelum ia menyebut “bapakmu”. (Lembar Jumat Ikadi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar