Sabtu, 09 Juli 2011

Sa'id bin Musayyib

Keturunan dan Nasab
Said bin Musayyib bin Khazn bin Abi Wahab bin Amru bin 'Aaidh bin Imron Bin Makhzum bin Yadhoh Abu Muhammad Al Qursy Al Makhzumy.

Beliau dilahirkan 2 (dua) tahun setelah Umar ra menjabat sebagai Kholifah, atau ada yang megatakan 4 (empat) tahun di Madinah.Dalam kitab "At Thobaqot" milik Ibnu Musayyib, anak-anak Hisam bercerita kepada kami, Abdulloh bin Ja'far bercerita kepada kepadaku, Aabu Malih dari Maimun bin Mihron ia berkata: "Tatkala Abdul Malik (Amirul Mukminin) tiba di Madinah ia berkata: "Lihatlah! Apakaah di masjid salah satu dari Ahli Hadits kita? Maka penjaga itupun keluar, sedangkan Ibnu Musayyib berada di halaqohnya, lalu penjaga itu berdiri supaya Beliau melihatnya, dengan mengisayaratkan dengan jari-jari tangannya, namun Ibnu Musayyib tidak meresponnya sedikitpun. Dalam hati penjaga itu berkata: "Orang itu tidak mau memperhatikan saya, mendekatlah ia kepada beliau, lalu memberikan isyarat lagi dan berkata: "Tidakkah tadi Anda melihatku, saat aku memberikan isyarat, Said berkata: "Apa maksud kedatanganmu? Penjaga itu berkata: "Tuanku bdul Malik menyuruhku supaya anda menemuinya. Said berkata: "Benarkah ia mengutusmu kepadaku? Ia berkata: "Tidak, tuanku hanya memerintahkan supaya melihat sebagian ahli Hadist kita, dan kebetulan aku tidak melihatnya kecuali anda. Said berkata: "Pergilah dan beritahukanlah aku bukanlah yang ia maksud, keluarlah ppenjaga itu dengan berkata: "Syaikh ini memang bener-bener sudah gila, lalu pergi dan mengabarkan kepada tuannya, maka Abdul Malik berkata: "Itulah Ssaid bin Musayyib, biarkanlah ia.Sualiman bin Harb dan Amru bin 'Asyim: "Sallam bin Miskin dari imron bin Abdulloh bin Tholhah al Khoza'I berkata: "Abdul Malik bin Marwan Mengaji, tatkala tiba di Madinah, ia berrdiri dipintu masjid lalu ia mengutus seorang kepada Said untuk memanggilnya dan jagan menghardiknya, maka utusan itu dan dan berkata: "Datangilah Amirul mukminin di depan pintu Masjid ia ingin berbicara denganmu.Said berkata: "Siapa yang butuh, aku atau Amirul Mukminin, kalulah aku yang butuh tentu aku yang akan mendatanginya, pulanglah utusan itu, lalu ia kabarkan kepada tuannya, namun tuannya menyuruhnya kembali dan katakanlah kepadanya; "Seperti yang pertama tadi. Begitu juga Said menjawab dengan jawaban dengan yang tak berbeda dengan sebelumnya, penjaga itu berkata: "Jikalau sekiranya Tuanku maju sendiri karena ulahmu, tidaklah aku datang kecuali dengan kepalamu, Amirul Mukminin mengutusku kepadamu, namun kamu malah membalasnya dengan berkata begini! Lalu said berkata: "jikalau sekiranya ia mau berbuat kebaikan kepadaku, maka kebaikan itu untukmu juga, namun bila yang di inginkan Selain itu, maka tidaklah aku perkenankan langkahku sehingga ajal menjemputku. Maka utusan itu pulang dan menceritakan apa yang dikatakan oleh Said, lalu Abdul Malik berkata: "Semoga Allah merohmati Abu Muhammad".Cobaan dan Ujian beliau

Dengan kelembutan jiwa dan tegarnya beliau dalam kebenaran, serta gigih dan istiqomahnya beliau dan memegang prinsip yang telah ia ucapkan, membuat banyak dari segenap penguasa yang tidak suka dengan perbutan beliau.

Pada suatu ketika Abdul Malik bin Marwan ingin memintanya untuk mendatanginya, namun tidak bisa, lalu ia mengutus 30.000 pasukan untuk membawanya, maka beliau berkata: "Aku tidak butuh
Dalam cerita lain juga disebutkan tentang ketegaran beliau dalam menjunjung tinggi kebenaran walupun hanya dia seorang. Diriwayatkan bahwa said bin Musayyib hendak menelisihi hati nuraninya dalam menentukan yang paling berhak untuk menjadi pemimpin, ia menahan diri dan berbait kepada Walid dan Salman. Lalu beliau lebih memilih untuk ditebas lehernya dari pada jatuh dalam kehinaan. Singkat cerita, Yahya bin said berkata: "Hisyam bin Ismail menulis suraat ke Madinah ditujukan kepada Abdul Malik bin Marwan: "Sesungguhnya penduduk Madinah

Damroh bin robi'ah, Roja' bin Jamil ia berkata: "Abdur Rohman bin Abdil qori' berkata kepada Said bin Musayyib saat terjadinya pembaitan kepada Walid dan Sulaiman di Madinah: 'Sesunggunya aku tunjukkan kepadamu 3 (tiga) hal, Said berkata: "Apa itu? Ia berkata: "Lepaslah martabatmu, ia berkata: "Aku tidak akan merubah martabat yang telah aku bangun sejak 40 tahun. Lalu Abdur Rohman melanjutkan yang kedua: "Kamu keluar ke khalayak ramai (mencari dunia), Said berkata; "Aku tidak akan menginfaqkan hartaku dan menggunakan badanku terhadap sesuatu yang tidak aku niatkan, sambung kata said menanyakan yang ketiganya; "apa yang ketiga". Ia (Abdu Rohman) menjawab: "Bai'at", Said berkata: "Apa pendapatmu jika Allah membutakan Hatimu sebagaimana Allah telah membutakan matamu, (memang Abdur Roman orang yang buta). Lalu Roja' (perowi) berkata: "Lalu Hisyam bin Ismail menyerunya untuk bai'at namun beliau menolak. Hisyam menulis surat kepada Abdul Malik. Kemudian Abdul Malik membalas surat tersebut, "Ada apa denganmu dengan said? Selama masih ada sesuatu darinya kita benci, kalau kamu ingin, pukullalh 30 kali cambukan dan lucutilah pakiannya kecuali celana dalamnya, lalu araklah ia supaya tidak ada orang yang ingin mengikutinya. Keemudian Hisyam menyerunya namun, ternyata betul beliau tidak mau bahkan menolak tawaran, dengan berkata: "Aku tidak akan berbai'at untuk dua orang. Karena beliau menolak, maka Hisyam melaksanakan apa yang dipesankan oleh Abdul Malik.

Ibnu qotadah berkata: "Bahwa Ibnu Musayyib bila didatangi oleh seseorang, beliau berkata: "Mereka menjilidku dan melarangku untuk berrmajilis dengan masyarakat."

Ibadah dan Kezuhudan Beliau

Beliau adalah termsuk orang yang rajin dalam beribadah, bahkan beliau tidak pernah tertinggal takbirothul Ihrom selama 40 tahun.

Al 'Athof bin Kholid, dari Abi Kharmilah dari Ibnu Musayyib ia berkata: "Aku tidak pernah tertinggal sholat jama'ah selama 40 tahun.

Sufyan Ast stauri dari Ustman bin Hakim, aku mendengar Said bin Musayyib berkata; "Tidaklah muadzin mengumandangkan adzanny, pastilah aku sudah ada disana." Isnadnya kuat.

Abdur Rohman bin Harmalah, Aku mendengar Ibnu Musayyib berkata; "Aku telah berhaji sebanyak 40 kali."

Keilmuan Beliau dan kesungguhan beliau dalam menuntut ilmu

Mi'star dari Said bin Ibrohim, ia mendengar Ibnul Musayyib berrkata: "Tidak ada seorangpun yang lebih tahu tentang penyelesaian masalah yang Rosululloh selesaikan, tidak pula Abu Bakar begitu juga Umar dari pada saya."

Usamah bin zaid dari Nafi', sesungguhnya Ibnu Umar menyebutkan bahwa beliau adalah salah satu mufti dari para mufti."

Qotadah berkata, Makhul, zuhri, dan yang lainnya sedangkan lafadznya dari qotadah: "Aku tidak melihat orang lebih 'Alim dari pada Ibnu Musayyib."
Ali bin Al Madini: "Aku tidak tahu dikalangan Tabiin, seorangpun yang lebih luas ilmunya dibandingkan dengan Said bin Musayyib, menurutku beliaulah yang paling mulia dikalangan para tabi'in."

Dari Ali bin Al Husain ia berkata: "Stauri bin Yazid dari Makhul, ia berkata: "Ibnu Musayyib adalah orang yang paling tahu tentang hadist dan yang paling faqih didalam mengutarakan pendapat."
Ibnu musayyib berkata: "Sungguh aku berjalan siang dan malam hanya untuk mendapatkan satu hadist."
Keilmuaan Beliau Tentang Ta'bir Mimpi

Waqidi berkata; "Said bin Musayyib termasuk orang yang paling tahu tentang ta'bir mimpi, beliau adopsi ilmu itu dari Ibunda Asma' binti Abu Bakar sedang Asma' sendiri mengadopsi dari ayahnya, kemudian Al waqidi menyerap beberapa ilmu."
Ibnu Abi Dze'b, dari Muslim Al Hannat, seorang laki-laki berkata kepada Ibnul Musayyib: "Aku bermimpi bahwa aku kencing di tanganku, Said berkata; "Bertaqwalah kepada Allah, karena di bawahmu ( istri-istrimu) ada yang mahrom, maka ia pastikan dengan menelitinya, ternyata bener ada salah satu istrinya yang sesusu dengannya."
Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada beliau: "Aku bermimpi seakan-akan ada surban yang jatuh dari atas menara, maka beliau jawab; "Hajjaj akan menikahkan dengan anak Abdulloh bin Ja'far."

Kisah Pernikahan Anaknya

Dari Abi wada'ah ia berkata: "Saya duduk-duduk bersama Said bin Musayyib setelah lama mereka tak berjumpa, tatkala berrtemu dengannya, Beliau berkata: "Dimanakah kamu selama ini? Aku jawab: "Keluargaku (istri) wafat dan aku sibuk mengurusi mereka, ia berkata: "Kenapa kamu tak beri kabar aku, supaya aku bisa berta'ziyah! Lalu beliau melanjutkan perkataannya; "Apakah kamu sudah punya istri baru? Aku jawab; "Semoga Allah merohmatimu, siapkah yang akan menikahkanku, aku tak punya harta melainkan haya 2 (dua) atau 3 (tiga) dirham saja, Said menjawab: "Aku", Aku bertanya lagi, "Benerkah anda akan melakukannya? Beliau jawab: "Benar, kemudian ia bertahmid dan bersholawat serta menikahkanku dengan 2 (dua) atau 3 (tiga) dirham, Sepontan aku langsung berdiri, aku tidak tahu ingin berbuat apa dengan kebahagiaan ini, lalu aku pulang, mulailah aku berfikir kepada siapa aku harus berhutang. Kemudian aku sholat Maghrib berjama'ah, lalu pulang, karena aku berpuasa sendiriaan, kuambillah makanan ifthorku roti dan minyak samin.

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari arah luar, yang kemudian aku bertanya: "Siapa?" ia jawab: "Said" maka aku mulai berfikir, bahwa tidak ada yang bernama Said kecuali Said bin Musayyib, selama 40 tahun hidup beliau hanya antara rumah dan masjidnya. Lalu aku keluar, ternyata betuh dia adalah yang kumaksud "Said", maka aku katakan padanya: "Wahai Abu Muhammad tidakkah anda kirim seseorang kepadaku untuk mendatangimu? Said menjawab: "Tidak, kamulah yang seharusnya lebih berhak untuk didatangi, aku tahu sekarang kamu membujang (karena ditinggal istri), dan aku tidak suka kalau kamu bermalam sendiriaan, ini saya bawakan istri buatmu. Calon istriku berada jauh dibelakangnya, lalu Said menggandengnya kedepan pintu, menjadi malulah calon istriku, lalu aku korek keterangan tentang calon istriku lewat belakang pintu. Lalu aku letakkan nampan dibawah lampu, supaya ia tidak bisa melihatku, secepat kilat aku langsung lompat keluar lewat jendela, dan berteriak disekitar rumah tentangga, sampai berdatangan seluruh tetanggaku, sambil bertanya: "Ada apa denganmu wahai said"? maka aku kabarkan gabar gembira ini kepada mereka.

Sampailah berita ini ke Ibunda tercinta, datanglah ia padaku dan berkata: "Kamu haram menemuiku bila kamu menyentuhnya sebelum aku perbaiki calon istrimu selama tiga hari, setelah tiga hari berlalu, aku langsung bermesra dengannya, rupanya dia adalah seorang wanita yang cantik, paling bisa menjaga kitabulloh dan paling 'Alim tentang sunnah rosululloh dan paling tahu tentang hak-hak suami. Aku berbulan madu dengannya selama sebulan, dan belum pernah mendatangi Said (mertua), pada suatu ketika aku menemui said, namun pada saat itu beliau masih berada dalam halaqohnya, aku ucapkan salam, diapun menjawab salamku, namun belum mau diajak berbicara denganku sampai majlisnya selesai, maka tatkala tidak ada seorangpun kecuali saya, maka beliau berkata menanyaiku: "Bagaimana dengan istrimu?" Aku Jawab; "Baik wahai Abu Muhammad, keadaannya sebagaimana yang disukai orang yang jujur dan dibenci oleh musuh.

Kata-kata mutiara

Beliau berkata: "Diri seorang hamba akan mulia dengan melakukan ketaatan kepada Allah dan hinanya diri seorang hamba dengan melakukan ketaatan kepada Allah."

Muthrof bin Abdulloh, Malik bercerita kepada kami ia berkata: "Burd budak Ibnul Musayyib berkata kepada tuannya: "Aku melihat bagusnya amalan yang mereka kerjakan! Said berkata: "Apa yang mereka kerjakan? Burd berkata: "Ada salah seorang dari mereka yang melakukan sholat dhuhur dan mereka masih berdiri sampai sholat ashar tiba, Said berkata: "Celaka kamu wahai Burd, demi Allah itu bukan Ibadah, tetapi ibadah adalah: "Bertafakur dalam perintah Allah dan menahan dari apa yang Allah haramkan."

Wafat beliau

Sudah saatnya ulama' ini berpisah dengan alam semesta, desak tangis membanjiri sesak jalan, yang tak luput dari seorang insan, yang terharu dengan kepergiannya. Doa istigfar terlantunkan tuk mendo'akan penyantun sekaligus pembingbing umat agar seluruh amalan ibadahnya ditrima Robb semesta alam.

Beliau wafat pada tahun ke-94 hijrah bersama dengan sebagian para fuqoha' yang lain. Ada juga yang mengatakan 93 H, ada juga yang mengatakan beliau wafat tahun 95, tapi yang benar adalah pendapat yang pertama.
/ppnuruliman.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar