Rabu, 30 Maret 2011

Bait andalus

Segala yang beranjak sempurna kan berkurang pada akhirnya
Maka jangan manusia terperdaya oleh indahnya perhiasan dunia
Kau saksikan segalanya bagai roda yang berputar
Bahagia suatu kala dan sengsara selepas itu semua .
Sungguh dunia tak ‘kan sisakan suatu apa pun
Tiada kekal di dalamnya satu urusan pun .
Mana raja-raja bermahkota dari Yaman?
Mana yang dahulu bermahkota menyilaukan?
Mana pula istana yang dibangun kaum Iram?
Mana benteng Persia yang dibangun siang dan malam? .
Ketentuan yang tak tertolak telah menimpa semua itu
Hingga segalanya bagai tak pernah ada
Oh Andalus.. Derita itu kini menimpamu
Gunung Uhud pun roboh dan gunung Sahlan hancur mendengar kisahmu
Islam kini menangis hingga tak sadarkan diri
Bagai tangis kekasih yang ditinggal mati
Seketika Islam diusir dari rumah-rumah itu
Diganti kekufuran yang penuhi setiap ruang
Ketika masjid dahulu kini jadi gereja
Tiada lain di dalamnya kecuali salib dan lonceng-lonceng
Mihrab-mihrab itu menangis tersedu padahal ia adalah batu
Mimbar-mimbar itu bersenandung puisi duka padahal ia adalah kayu
Sungguh pahit semua ini meluluhkan segala hati
Seandainya Islam dan Iman masih bersemayam dalam nurani


Dunia pesantren

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar