Kamis, 07 April 2011

Marah Rusli





Nama :

Marah Rusli



Lahir :

Padang, Sumatera Barat,

7 Agustus 1889



Wafat :

Bandung, Jawa Barat

17 Januari 1968



Pendidikan :

Sekolah Raja (Kweekschool) Bukit Tinggi (1910),

Sekolah Vee Arstsen School (Sekolah Dokter Hewan) Bogor (1915)



Karya :

Novel Siti Nurbaya (1922),

La Hami (1952),

Anak dan Kemenakan (1956),

Memang Jodoh (otobiogrfi)),

Gadis Yang Malang terjemahan novel karya Charles Dickens (1922)



Penghargaan :

Novel Siti Nurbaya mendapat hadiah dari pemerintah RI tahun 1969




Namanya sangat terkenal karena karya novelnya Siti Nurbaya.”Novel roman ini merupakan salah satu ikon sastra Indonesia. Hingga kini roman ini dijadikan salah satu bacaan para siswa di Indonesia dalam mempelajari kesusasteraan. Begitu populernya novel ini, sehingga dijadikan idiom oleh masyarakat kini untuk menyatakan ketidaksetujuan dengan orang tua yang menjodohkan anaknya. Marah Rusli masih termasuk keluarga bangsawan Pagaruyung. Penulis ini lahir di Padang, Sumatera Barat 7 Agustus 1889. Ayahnya, Sutan Abubakar, gelar Sutan Pangeran. Ibunya berasal dari Jawa dan keturunan Sentot Alibasyah, salah seorang panglima perang Pangeran Diponegoro.



Ia masuk sekolah dasar di Padang yang menggunakan bahasa Belanda sebagai pengantar. Setelah lulus, ia melanjutkan ke sekolah Raja (Kweekschool) di Bukit Tinggi, lulus tahun 1910. Ia melanjutkan sekolahnya ke Vee Arstsen School (sekolah Dokter Hewan) di Bogor dan lulus tahun 1915. Setelah tamat, ia di tempatkan di Sumbawa Besar sebagai Ajung Dokter Hewan. Tahun 1916 ia menjadi Kepala Peternakan.



Pada Tahun 1920, Marah Rusli diangkat sebagai asisten dosen Dokter Hewan Wittkamp di Bogor. Karena berselisih dengan atasannya, orang Belanda, ia diskors selama setahun. Selama menjalani skorsing itulah ia menulis novel Siti Nurbaya”pada tahun 1921. Karirnya sebagai dokter hewan membawanya berpindah-pindah ke berbagai daerah. Tahun 1921-1924 ia bertugas di Jakarta, kemudian di Balige antara tahun 1925-1929 dan Semarang antara tahun 1929-1945.



Tahun 1945, Marah Rusli bergabung dengan Angkatan Laut di Tegal dengan pangkat terakhir Mayor. Ia mengajar di Sekolah Tinggi Dokter Hewan di Klaten tahun 1948 dan sejak tahun 1951 ia menjalani masa pensiun di Bogor.



Novelnya, Siti Nurbaya”tahun 1922, mendapat hadiah dari pemerintah RI tahun 1969. Karyanya yang lain novel La Hami”di tahun 1952, novel Anak dan Kemenakan tahun 1956, dan otobiografi ‘Memang Jodoh. Ia juga menerjemahkan novel karya Charles Dickens yang berjudul Gadis Yang Malang”di tahun 1922.





(Dari Berbagai Sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar